Sejarah

Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Kota Cerdas

Salah satu kota madya yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan adalah Kota Banjarmasin. Kota Banjarmasin yang dijuluki kota seribu sungai memiliki luas wilayah 98,46 km2 yang merupakan wilayah delta atau kepulauan yang terdiri dari sekitar 25 buah pulau kecil (delta) yang dipisahkan oleh sungai-sungai. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Banjarmasin pada tahun 2018 memaparkan bahwa jumlah penduduk sebanyak 692.793 jiwa dengan kepadatan 7.036,28 jiwa per km2. Pada tahun 2019, Kota Banjarmasin telah berusia 493 tahun. Walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina berkomitmen penuh untuk memajukan Kota Banjarmasin dan pada tahun 2018 yang lalu telah resmi meluncurkan dan menetapkan bahwa Kota Banjarmasin berkomitmen mewujudkan Smart City. Kota Banjarmasin juga terpilih sebagai satu dari 100 Smart City Se-Indonesia, bahkan Pemerintah Kota Banjarmasin telah meneken nota kesepahaman (MoU) dengen Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk mewujudkan Banjarmasin sebagai Smart City. Kota Banjarmasin memiliki beberapa aspek untuk mewujudkan Smart City yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment. Dari beberapa aspek ini, Kota Banjarmasin cenderung baru memiliki modal Smart Governance yaitu dengan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan masyarakat dan turut mengedukasi masyarakat. Tetapi dengan hanya satu aspek tersebut tidak cukup, maka dari itu diperlukan pengeksplorasian segala potensi yang dimiliki oleh Kota Banjarmasin agar bisa menjadikan Banjarmasin sebagai Smart City terbaik.

Isu dan topik tentang Smart City sangatlah berkembang pesat, masing-masing kota mulai mencanangkan untuk mewujudkan Smart City tersebut dan melahirkan gerakan menuju 100 smart city di Indonesia. Gerakan menuju 100 Smart City merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Kepresidenan. Gerakan tersebut bertujuan membimbing Kabupaten/Kota dalam menyusun Masterplan Smart City agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah. Sebuah kota dapat dikatakan Smart City jika di dalamnya lengkap dengan infrastruktur dasar, juga memiliki system transportasi yang lebih efisien dan terintergrasi. sehingga meningkatkan mobilitas masyarakat. Konsep itu juga menciptakan kualitas hidup masyarakat yang terus meningkat, rumah dan bangunan yang hemat energi, bangunan ramah lingkungan dan memakai sumber energi terbarukan.

Adapun kendala yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mewujudkan Smart City antara lain penyusunan master plan sebagai panduan mengembangkan Smart City harus dirampungkan, anggaran atau dana dalam mewujudkan Smart City, Banjarmasin sebagai kota yang dialiri ratusan sungai, pelayanan transportasi public masih belum optimal, dan kendala terbesarnya adalah bagaimana mengintegrasikan seluruh aplikasi di Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Kota Banjarmasin dalam sebuah konsep Smart City. Kemudian juga diperlukan sumber daya manusia yang bisa mengelola dan memahami konsep serta implementasi Smart City berbasis teknologi informasi khususnya di Kota Banjarmasin dan Nasional pada umumnya.

Oleh sebab itu untuk mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia yang mengenal dan memahami konsep serta implementasi Smart City berbasis teknologi informasi, maka diperlukan sebuah institusi pendidikan yang dapat menghasilkan sumber daya tersebut. Smart City merupakan kebutuhan pada Kota Banjarmasin, Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan bahkan secara nasional. Dengan adanya usulan program studi baru di Politeknik Negeri Banjarmasin yaitu Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Kota Cerdas dapat memberikan kontribusi untuk mewujudkan Smart City. Di Indonesia masih belum ada jenis prodi seperti ini dalam rentang pengecekan prodi sejenis pada Oktober 2019. Program studi ini juga sangat sesuai dengan kondisi daerah yang memang berkomitmen penuh dalam mewujudkan Smart City berbasis teknologi informasi.

Dengan semua isu dan berbagai macam masalah yang dihadapi, maka Politeknik Negeri Banjarmasin optimis untuk mengusulkan pembukaan Program Studi Sarjana Terapan Sistem Informasi Kota Cerdas, pengecekan nomenklatur terbaru juga telah dilakukan. Kemudian dilaksanakanlah Focus Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh akademisi, praktisi, industri, dan pemerintahan bertempat di Hotel Rattan Inn Banjarmasin pada 21 November 2019 dengan menghadirkan narasumber Ir. Windy Gambetta, M.B.A. yang merupakan pakar/ahli smart city Indonesia dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung. Sembari menyusun borang pengajuan prodi baru, selanjutnya dilakukan pembimbingan borang yang menghadirkan Ir. Suhendrik Hanwar, M.T. selaku ahli perancangan kurikulum vokasi dari Politeknik Negeri Padang. Kemudian tim melakukan pengusulan ke LLDIKTI XI dan melakukan berbagai kerjasama awal sebagai salah satu persyaratan pengajuan pembukaan prodi baru. Alhamdulillah, akhirnya pada Maret 2020 keluarlah izin operasional dari KEMDIKBUD RI Nomor 362/M/2020.